Persoalan BLUD dan Pembukaan Rekening BSI, RSUD Raden Mattaher Didemo di Mabes Polri

  • Bagikan

LENTERAFAKTUAL.COM – Aliansi Masyarakat Anti Manipulasi dan Korupsi (AMPUTASI) menggelar aksi di Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) terkait hasil pemeriksaan BPK perwakilan Jambi tahun 2022 di RSUD Raden Mattaher.

Korlap aksi, Havizi Alatas mengatakan, dalam audit BPK itu kami menduga ada penyimpangan diantaranya, pertanggung jawaban atas realisasi belanja BLUD RSUD Raden Mattaher yang tidak sesuai dengan ketentuan sebesar Rp. 780.516.737, ujar Haviz, Rabu (15/03/2023).

Tak hanya itu, pembukaan rekening RSUD Raden Mattaher di Bank Syariah Indonesia (BSI) dan penempatan dana sebesar Rp. 5.000.000.000, juga tidak sesuai dengan ketentuan dan berpotensi rawan disalah gunakan, terang Haviz.

Lanjut Haviz, masih banyak lagi persoalan berdasarkan hasil audit BPK di RSUD Raden Mattaher.

“Masih banyak lagi persoalan berdasrakan hasil audit BPK di RSUD Raden Mattaher, seperti kelebihan pembayaran belanja obat dan Barang Habis Pakai (BHP) sebesar Rp. 55.500.000, dan kehilangan potensi penerimaan jasa giro atas penempatan dana sebesar Rp. 5.000.000.000, di BSI,” ungkap Haviz.

Baca Juga :  Pembayaran Tambahan Penghasilan ASN di Kerinci tanpa Persetujuan Mendagri, Konami Akan Gelar Aksi di KPK

Yang terakhir, kata Haviz, pelaksanaan Kerja Sama Operasional (KSO) dengan PT. RN tidak sesuai dengan ketentuan, yang mana peasalahan tersebut mengakibatkan pemborosan sebesar Rp. 5.959.676.880, atas pembayaran tagihan pemeriksaan laboratorium patologi klinik untuk pasien BPJS selama TA. 2022, kata Haviz.

Maka dari itu kami yang tergabung dalam AMPUTASI, meminta pihak Mabes Polri untuk memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait dalam penyimpangan yang terjadi di RSUD Raden Mattaher, pungkas Haviz.

Baca juga berita kami di:
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan